Senin, 03 November 2008

Ada Apa Dengan Kehendak Tuhan ?

Percaya deh, apapun kebisaan dan kehebatan kita maka tidak akan mampu melawan kehendak Tuhan. Kalau Tuhan sudah mengehendaki sesuatu terhadap makhluknya, maka argumen paling ilmiyah sekalipun menurut manusia tidak akan mampu menggagalkan ataupun memundurkannya walaupun sedikiiiiiiiiit sekali. Pada akhirnya – mau enggak mau – manusia mesti ngalah, mesti ngikutin kehendak Allah.

Dulu waktu di sekolah dasar kita diajari bahwa di Indonesia ada dua musim dalam setahun (awas..., ini bukan ngomongin musim buah-buahan loh). Yaitu musim kemarau dan musim hujan. Tidak lupa guru kita ikut “memastikan” bahwa musim kemarau itu muncul antara bulan April sampai dengan akhir September. Dan musim hujan tentunya akan ada di bulan Oktober sampai dengan akhir Maret tahun berikutnya. Masih ingat semua kan pejaran SD dulu ?

Tapi apa yang terjadi dengan cuaca kita hari-hari belakangan ini. Mau bulan Mei, Juni atau Oktober, kalau mau panas ya panas saja. Argumentasi ilmiyah manusia menjadi kurang dipakai lantaran ada kehendak lain yang lebih mampu mengendalikan persoalan cuaca melebihi kemampuan prediksi BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika) ataupun kaidah ilmiyah pembagian musim yang selama ini kita yakini. Kalau ditanya kehendak siapakah yang lebih menentukan, tentu anda semua sudah paham kalau itu adalah kehendak Allah.

Atau seperti cerita hebat dari daerah bekas bencana tsunami di seantero Aceh. Ketika rumah-rumah beton yang kokoh itu bisa hanyut terseret arut tsunami yang dahsyat, tetapi ada musholla atau masjid yang kecil dan lebih reot dari rumah-rumah yang kokoh itu justru tetap kokoh berdiri dan selamat dari gerusan gelombang tsunami nan dahsyat itu.

Adakah penjelasan ilmiyah berdasarkan kaidah-kaidah keilmuan yang bisa menjelaskan fenomena ganjil tersebut. Dengan logika dan penjelasan apa kita bisa menggambarkan fenomena air yang – sepertinya – enggan mengahncurkan bangunan yang di dalamnya ditegakkan ibadah pada sang Pencipta. Coba jelaskan, ayo jelaskan dong ...... bingung kan. Atau paling-paling cuma mau bilang, kalau itu sudah kehendak Allah. Ya, lagi-lagi kehendak Allah yang tidak selalu harus bisa dijelaskan dan diterima nalar manusia.

Intinya kalau Allah mau, apapun akan terjadi. Bodoh amat bahwa logika manusia dan kaidah keilmuwan yang diyakini manusia mengatakan yang sebaliknya. Yang jelas alam semesta ini berjalan sesuai dengan aturan main Allah dan bukan atas kesepakatan ilmiyah versi manusia. Gitu.


Tidak ada komentar: