Senin, 03 November 2008

Manusia, Bagian Dari Alam Semesta

Nah, yang ini juga perlu disepakati sebelumnya. Biar tidak terjadi pertumpahan darah dikemudian hari – wuih, serem banget sih penggambarannya – seandainya ada banyak tafsiran tentang siapa manusia. Yang jelas manusia itu adalah bagian dari jagad raya yang namanya alam semesta. Dan karena alam raya ini tidak lain adalah ciptaan Allah, maka manusia juga bagian dari yang disebut sebagai ciptaan Allah. Tentunya apapun yang terjadi pada manusia tidak akan pernah luput dari kehendak dan ketentuan Allah, seberapa hebat dan pintarnya manusia tersebut.

Ada sebuah cerita tentang orang yang begitu percaya diri dengan pengetahuan dan pengendalian dirinya. Sebuat saja orang ini adalah Vijay, orang yang sejak dilahirkan hingga menginjak usia 73 tahun menetap di India dan tidak pernah keluar dari negeri itu.

Mengingat bahwa sejak lahir hingga usia 73 tahun yang diyakininya sudah mendekati ajalnya – dikuatkan lagi keyakinannya dengan tunuh yang tidak lagi sehat – dia menetap di India, maka dia memiliki keyakinan kuat bahwa Tuhan tentu telah menetapkan bahwa dirinya akan meninggal di India juga. Dalam hatinya Vijay meyakini bahwa tidak mungkin Tuhan menetapkan tempat kematiannya di luar India, mengingat selama 73 tahun masa kehidupannya dia menetap di India.

Mengingat bahwa selama hidup dirinya tergolong orang yang disiplin, ketat dalam pelaksanaan agenda hidup sesuai dengan rencana-rencananya serta selama ini hasilnya tidak jauh dari perencanaan awalnya, maka keyakinan dia bahwa Tuhan telah menetapkan tempat kematiannya di India sangatlah kuat (emang si Vijay sudah lihatin catatan rahasia Tuhan). Vijay yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa India adalah tempat yang sudah ditentukan sebagai bumi kematiannya.

Kemudian kesombongannya sebagai manusia yang disiplin melahirkan pemikiran untuk menentang ketentuan Tuhan tentang tempat kematiannya. Dia seperti hendak membuktikan bahwa untuk kali ini ketentuan Tuhan meleset, dan ketentuan dan keinginannyalah yang benar. Waduh, durhaka banget ini orang. Kemudian dipilihlah Amerika Serikat untuk menjadi tempat peristirahatan terakhirnya sekaligus sebagai tempat kematiannya, sesuatu yang tidak lain sebagai cara dia untuk membuktikan bahwa dia bisa mengubah ketentuan tempat kematiannya.

Dalam perjalanan pesawat menuju Amerika yang kebetulan harus transit di Inggris – bener atau tidak biarkan saja, orang ini khan Cuma permisalan saja – saat hendak landing di bandara di Inggris, ternyata terjadi kecelakaan. Roda pesawat tidak bisa keluar dengan sempurna sehingga pesawat tergelincir dan membentur landasan dengan kerasnya. Pesawatpun terbakar dan meledak. Dan tidak ada satupun penumpak dan awak pesawat yang selamat termasuk si Vijay.

Konon di alam kubur arwah penasaran Vijay bertanya kepada malaikat penjaga kubur. “ Malaikat, kok saya meninggalnya di Inggris sih. Bukannya Tuhan sudah menulis tempat kematian saya di India,” tanya Vijay sambil merengut. Kemudian dijawab oleh malaikat,” kata siapa Tuhan sudah menulis tempat kematian kamu di India”. Vijaypun menyambung protesnya,” Ya kan sejak lahir hingga sebelum meninggal aku tidak pernah meninggalkan bumi India, ya pastilah aku ditakdirkan mati di India. Makanya aku mau merubah ketentuan itu dengan terbang ke Amerika supaya meninggal di sana. Eeh .. malah meninggal di Inggris. Gimana sih Tuhan ini, plin-plan”. Dengan senyum lebarnya sang Malaikatpun menjelaskan,” Gini Vijay. Yang bilang kamu bakalan mati di India itu siapa. Wong kamu dan semua penumpang pesawat itu sudah dituliskan kematiannya di Inggris, tepatnya di bandara di Inggris. Kalau nggak percaya lihat nih catatan saya yang diberikan oleh Tuhan”.

Penasaran ingin mengetahuinya, Vijaypun akhirnya melihat catatan itu. Dan benar, namanya tercantum di catatan orang yang meninggal di bandara di Inggris. Melihat Vijay tertunduk bingung, sang malaikatput melanjutkan. “Karena kamu sudah ditakdirkan meninggal di Inggris, maka kamu yang sejak lahir tidak pernah keluar dari Indiapun kemudian Tuhan tiupkan keinginan untuk meninggalkan India, dan kamu pilih ingin ke Amerika. Kemudian Tuhan arahkan supaya kamu memilih pesawat yang transit di bandara di Inggris, padahal banyak pesawat lain yang nggak transit di Inggris. Kemudian Tuhan arahkan pikiran dan tangan para pekerja maskapai penerbangan untuk memilihkan kamu di pesawat yang memang sudah tidak beres. Dan ketahuilah bahwa ketika pesawat melayang terbang diudara, disisi tempat duduk kamu sudah menunggu malaikat pencabut nyawa dengan siaga. Maka begitu pesawat tidak bisa mendarat dengan sempurna dan terjadi ledakan hebat, saat itulah malaikat pencabut nyawa bekerja dengan sempurna persis seperti ketentuan dari Tuhan”.

Vijay yang mendengarkan keterangan dari malaikat penjaga kuburpun hanya bisa tertunduk malu karena perkiraannya salah besar. Barangkali dalam hatinya Vijay ingin mengatakan bahwa, bagaimanapun Tuhan susah sekali untuk di kibuli. Betapa hebatnya manusia itu. (Aduhhhh, serius banget baca ceritanya. Udahan ya, sudah selesai ceritanya).

Tentu kisah di atas fiktif belaka. Mana ada orang yang sudah mati seperti Vijay bisa bercerita yang begituan sama saya. Ya nggak mungkin lah. Tetapi setidaknya cerita semacam itu bisa memberikan gambaran sederhana bahwa apapun yang terjadi di kehidupan kita tidak akan pernah meleset dari ketentuan dan ketetapan Allah. Semua elemen alam raya ini berjalan mengikuti ketentuan dan ketetapan Allah Tuhan semesta Alam. Tidak ada satupun yang berjalan mengikuti kemauan makhluk itu sendiri-sendiri sehingga pada akhirnya terlepas dari mekanisme kontrol Allah.

Dalam khasanah muslim maka diyakini bahwa alam semesta dan seluruh benda dan makhluk yang ada di dalamnya selalu dan tidak pernah henti bertashbih mensucikan nama dan ketentuan Tuhannya yaitu Allah. Tidak mungkin makhluk di jagad raya semesta ini bertashbih mensucikan Allah kecuali mereka tunduk patuh kepada apaun yang sudah ditetapkan oleh Allah Tuhan penguasa alam semesta. Tidak ada satupun makhluk yang menselisihi ketentuan Allah. Demikian juga dengan manusia.


Tidak ada komentar: